Padang – Pemerintah Kota Padang menyambut kedatangan rombongan taruna dari 22 negara yang melakukan kunjungan persahabatan dalam rangka program pertukaran budaya dan maritim internasional. Kunjungan ini menjadi momentum strategis bagi Kota Padang untuk memperkenalkan potensi wisata, khususnya di bidang gastronomi yang menjadi salah satu daya tarik utama daerah tersebut.
Kedatangan para taruna berlangsung meriah di Pelabuhan Teluk Bayur, Selasa (12/8/2025). Rombongan disambut dengan tari tradisional Minangkabau, musik talempong, serta suguhan kuliner khas seperti rendang, sate padang, dan lamang tapai.
Ajang Diplomasi Budaya dan Kuliner
Wali Kota Padang, Hendri Septa, mengatakan bahwa kunjungan ini adalah kesempatan emas untuk membangun jejaring internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Minangkabau kepada dunia.
“Padang tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan keramahan warganya, tetapi juga sebagai salah satu kota gastronomi terbaik di dunia. Kehadiran tamu dari 22 negara ini adalah momen untuk mempromosikan itu semua,” ujarnya.
Menurutnya, diplomasi kuliner atau gastrodiplomacy telah menjadi strategi promosi pariwisata yang efektif. Kota Padang sendiri tengah mendorong pengembangan wisata gastronomi berbasis kearifan lokal, mulai dari penguatan pelaku UMKM kuliner, penataan sentra makanan, hingga promosi di tingkat internasional.

Baca juga: ICCN 2025 dan Padang Gastronomi Festival Jadi Magnet Pariwisata Kota Padang
Interaksi Lintas Budaya
Selama berada di Padang, para taruna dijadwalkan mengikuti berbagai kegiatan, termasuk tur kota, kunjungan ke Pantai Padang, Museum Adityawarman, serta pusat kuliner tradisional. Mereka juga akan mengikuti cooking class membuat rendang bersama chef lokal, yang diharapkan dapat menjadi pengalaman berkesan sekaligus media pertukaran pengetahuan kuliner.
Taruna asal Jepang, Rina Takahashi, mengaku terkesan dengan cita rasa rendang yang kaya rempah.
“Saya pernah mendengar rendang sebagai makanan terenak di dunia, dan setelah mencobanya langsung di Padang, saya mengerti alasannya,” ujarnya sambil tersenyum.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Kunjungan ini tidak hanya membawa dampak pada promosi budaya, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kuliner, perajin suvenir, dan jasa pariwisata lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Arfian, menyebutkan bahwa pihaknya akan memanfaatkan momentum ini untuk menguatkan branding Padang sebagai “Kota Rendang” di kancah global.
“Kami ingin menjadikan setiap kunjungan internasional sebagai media promosi yang berkelanjutan. Para tamu akan menjadi duta yang membawa cerita positif tentang Padang ke negara masing-masing,” jelasnya.






