Padang, Sumatera Barat — Komitmen tinggi terhadap generasi muda dan masa depan “anak kemenakan” di Ranah Minang ditunjukkan oleh tokoh masyarakat Sumbar, H. Arisal Aziz. Atas dedikasi dan perhatiannya tersebut, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat, Brigjen Pol Rudy Ahmad Sudrajat, menyampaikan apresiasi khusus kepada Arisal dalam sebuah momen penuh makna.
Apresiasi ini diberikan dalam rangkaian kegiatan BNNP yang mengusung semangat pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di kalangan pemuda — kelompok yang kerap menjadi sasaran empuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Dukungan Nyata untuk Anak Kemenakan
H. Arisal Aziz, yang dikenal luas sebagai tokoh Minang yang rendah hati namun penuh kepedulian, selama ini konsisten memberikan kontribusi nyata dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, keagamaan, hingga pemberdayaan pemuda. Istilah “anak kemenakan” dalam budaya Minangkabau merujuk pada generasi penerus dalam garis kekerabatan matrilineal yang memiliki tanggung jawab besar untuk dijaga dan dibimbing.
Melalui berbagai bentuk bantuan dan dukungan moral, H. Arisal terus menunjukkan komitmen untuk menjaga generasi muda dari ancaman degradasi moral dan penyalahgunaan narkoba.
“Pak Haji Arisal adalah contoh nyata ninik mamak yang tidak hanya bijak dalam adat, tetapi juga tanggap terhadap kondisi zaman. Kepeduliannya terhadap anak kemenakan patut diapresiasi,” ujar Brigjen Rudy Ahmad Sudrajat.

Baca juga: Fadly Amran Ungkap 4 Keunggulan Smart Surau, Poin Terakhir Jadi Solusi Canggih Bagi Orang Tua
Selaras dengan Program Pencegahan Narkoba
Apresiasi dari Kepala BNNP Sumbar ini bukan tanpa alasan. Dukungan H. Arisal Aziz dinilai sejalan dengan misi besar BNNP dalam membentuk lingkungan sosial yang bersih dari narkoba (Bersinar), khususnya melalui pendekatan adat dan kultural yang sangat kuat di Sumbar.
Program-program BNNP seperti Desa Bersinar, Sosialisasi Bahaya Narkoba, dan Pemberdayaan Pemuda membutuhkan kolaborasi luas dengan tokoh masyarakat, termasuk ninik mamak dan ulama. Keterlibatan tokoh adat seperti Arisal Aziz dinilai krusial untuk menciptakan imunitas sosial terhadap narkoba.
Arisal: Ini Amanah Sosial dan Kultural
Menanggapi apresiasi tersebut, H. Arisal Aziz menyampaikan rasa terima kasih dan menegaskan bahwa yang dilakukannya adalah bagian dari amanah sosial sebagai seorang anak nagari.
“Bagi saya, menjaga anak kemenakan itu bukan pilihan, tapi kewajiban. Ini bagian dari tanggung jawab adat, agama, dan kemanusiaan,” ujar Arisal dengan nada bersahaja.
Ia juga berharap lebih banyak tokoh masyarakat dan pemuda yang ikut ambil bagian dalam gerakan melawan narkoba serta pembangunan karakter generasi muda Sumatera Barat.
Penutup: Teladan untuk Sumbar Bersih Narkoba
Apresiasi yang diberikan Kepala BNNP Sumbar kepada H. Arisal Aziz bukan sekadar simbolik, tetapi menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan mencegah narkoba tidak hanya terletak pada penegakan hukum, tetapi juga kekuatan budaya dan kepedulian sosial.
Kolaborasi antara tokoh masyarakat dan institusi seperti BNNP menjadi harapan baru untuk mewujudkan Sumbar yang bersih, berbudaya, dan bermartabat.






